WHAT'S NEW?
Loading...

Sabilulungan Raksa Desa Tuntaskan Permasalahan Sosial di Kab. Bandung






Sabilulungan Raksa Desa Tuntaskan Permasalahan Sosial di Kab. Bandung


dadang hut

Proses pembangunan yang telah, sedang dan akan berlangsung di wilayah Kabupaten Bandung, menurut Bupati Bandung H.Dadang Mochamad Naser, SH, M.Ip tentunya mengandung maksud untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan.
Sebagian besar masyarakat Kabupaten Bandung tinggal di pedesaan. Maka tidak salah, jika Pemerintah (Pemkab) Bandung memposisikan pembangunan desa sebagai ujung tombak.
Desa harus mendapat perhatian besar dalam konteks pembangunan daerah, dengan menempatkannya sebagai lokus dan fokus yang menjadi muara seluruh aktivitas pembangunan.
Sejalan dengan visi yang telah diterapkan Bupati Dadang Naser bahwa strategi untuk memantapkan pembangunan pedesaan mengandung maksud adanya upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pemerintah desa, keberdayaan lembaga masyarakat desa, keswadayaan dan kegotongroyongan masyarakat desa, kapasitas keuangan desa serta peningkatan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pedesaan.
Untuk mewujudkan maksud tersebut, kata orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini memerlukan dukungan dan keterlibatan seluruh stakholder pembangunan mulai pemerintah, masyarakat maupun kalangan usahawan.
Ketiga kekuatan ini perlu bersinergi, bergandeng tangan dalam konsep “Sabilulungan”. Agar roda pembangunan di Kabupaten Bandung berjalan sesuai dengan harapan, Ia menerapkan konsep budaya “urang Sunda” yang dinamakan Sabilulungan yakni sebuah nilai dan tradisi masyarakat sunda yang berarti saling mendukung dan bekerjasama dengan mengerahkan segenap potensi yang dimiliki didasari oleh kesadaran akan tanggung jawab bersama.
“Konsep yang sekaligus menjadi motto pembangunan di Kabupaten Bandung ini memiliki pengertian ‘Berat Sama Dipikul, Ringan Sama Dijinjing’”, ucapnya.
Gerakan Sabilulungan RAKSA Desa, menjadi salah satu program unggulan yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Bandung. Gerakan ini bertujuan untuk membantu mengentaskan segala permasalahan sosial di wilayah Kabupaten Bandung.
Program ini diusung pemerintah daerah dalam upaya mensejahterakan masyarakat agar dapat tinggal di rumah yang sehat dan layak huni, dengan ketersediaan air yang besih dan cukup, tempat mandi dan kakus (jamban) yang bersih serta layak pakai, pengelolaan sampah yang baik serta menjaga keasrian dan kelestarian alam lingkungan sekitarnya.
Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) merupakan salah satu implementasi dari program tersebut. Selama tahun 2013 jumlah rutilahu yang berhasil diperbaiki sebanyak 4.074 unit. Dengan demikian jumlah rutilahu yang diperbaiki sejak tahun 2006 sampai tahun 2013 sebanyak 7.232 unit.
Melalui gerakan “RAKSA Desa Sabilulungan”, perbaikan Rutilahu yang selama ini ditempati keluarga tidak mampu, setahap demi setahap mampu digarap dengan melibatkan pemerintah, swasta, organisasi kemasyarakatan, TMMD dan sejumlah pihak lainnya.
Dalam bahasa sunda, “RAKSA” memiliki pengertian memelihara, menjaga. Namun secara akronim, RAKSA merupakan singkatan dari Rumah, Air, Kakus, Sampah dan Alam sekitar.
Untuk mewujudkan program tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung memberikan bantuan kredit sanitasi senilai Rp 3 juta/MCK yang disalurkan melalui BPR Kabupaten Bandung. Kredit ini dikucurkan untuk memberikan keringanan bagi penduduk/warga yang akan membangun MCK dirumahnya masing-masing.
Sementara sampai akhir tahun 2014, jumlah Rutilahu yang telah diperbaiki sebanyak kurang lebih 40 ribu unit, dari target 70 ribu unit. Untuk memperbaiki Rutilahu yang tersisa, Pemkab Bandung tetap berkomitmen untuk mengajak partisipasi semua pihak untuk ber-“Sabilulungan” membantu warga kurang mampu agar bisa menikmati rumah yang layak huni. **
sumber : http://www.soreangonline.com/2015/04/21/sabilulungan-raksa-desa-tuntaskan-permasalahan-sosial-di-kabupaten-bandung.html

0 komentar:

Posting Komentar